Sabtu, 10 November 2012
Jumat, 09 November 2012
KASUS 7-1 Tugas Akuntansi Keperilakuan
KASUS 7-1
Tugas Akuntansi Keperilakuan
Tugas Akuntansi Keperilakuan
Muhajirin
Nanda Setiawan
M. Aliev Isnanda
Tiffany Andari
Dessy Mauliza
The Company
Main Bank
adalah sebuah bank berukuran sedang di Chicago.
Bank tersebut adalah bagian dari sebuah perusahaan perbankan dengan lima
bank dalam kelompoknya. Setiap bank dalam kelompok tersebut memberikan layanan
penuh, dengan beberapa fungsi yang dikendalikan oleh induk perusahaan. Salah
satu jenis fungsi(layanan)nya adalah operasi pinjaman (loan operation). Operasi
pinjaman adalah area yang menangani “pemesanan” dan mengawasi pinjaman.
Selama setahun terakhir, induk perusahaan memutuskan
bahwa semua bank akan berhenti melakukan pemrosesan data internal, dan sebaliknya akan mengirimnya ke sebuah vendor
diluar perusahaan, vendor tersebut akan bertanggungjawab terhadap entri data,
penyimpanan, dan output informasi. Anggaran setiap bank dibuat berdasarkan
perkiraan penggunaan sistem yang baru. Setiap layanan yang sebelumnya telah
disediakan/diberikan oleh personil data internal akan diasumsikan oleh vendor
eksternal. Perusahaan induk merasa bahwa tingkat pelayanan akan meningkat.
The Dilemma
Area kredit komersial menghasilkan mayoritas input ke
sistem. Sebuah laporan manajemen yang telah di hasilkan sebelumnya oleh
kelompok data internal tidak tersedia secara langsung pada sistem yang baru.
Laporan ini telah didistribusikan ke pelanggan sebagai sebagai tanda
terimakasih. Vendor luar telah sepakat untuk mengembangkan laporan pada harga
$10.000 dan akan menagih biaya layanan setiap kali program dijalankan.
Perusahaan induk memiliki kuantitas yang akan dihasilkan. Mereka juga
bertanggungjawab terhadap beragam akitivitas penjualan dan modifikasi produk jika
perlu diganti sesuai kebutuhan pelanggan.
Manajemen harus memilih dari pilihan berikut ini untuk
tipe data akuntansi yang akan diberikan kepada manajer produk dan sejauh mana
tanggungjawab mereka.
Proposal 1
Menyediakan data akuntansi kepada
manajer produk terkait karyawan, beban, penjualan, bauran produk, harga pokok,
level produk, dan seterusnya. Walaupun manajer produk hanya akan memiliki
pengendalian langsung terhadap sebagian biaya, mereka akan diberikan data-data
lain untuk keperluan informasi.
Proposal 2
Menyediakan data akuntansi untuk
manajer produk mengenai karyawan, beban, penjualan, bauran produk, biaya
penjualan, level produk, dan seterusnya. Menetapkan semua biaya langsung
terkait suatu produk spesifik kepada manajer produk, tetapi membebankan biaya
tidak langsung kepada tingkat yang melaksanakan pengendalian.
Proposal 3
Menetapkan semua produk atau
kelompok produk sebagai pusat laba, dan karena itu setiap manajer produk
bertanggungjawab terhadap kendala pada pengembalian atas investasi (return on
investment) dan minimum pendapatan sisa.
Usulan
mana yang harus dipilih?
Menurut kami, usulan yang harus dipilih adalah Proposal 3, berikut pembahasan terhadap
masing-masing proposal.
Proposal 1
Pada pilihan ini, manajer hanya memiliki tanggungjawab
dan kewenangan terhadap beberapa biaya, tetapi manajer memiliki banyak
informasi yang diberikan oleh pengelola informasi dari pihak luar. Hal ini
sepertinya kurang efektif, karena manajer akan mendapat informasi-informasi
yang tidak berguna/tidak relevan. Padahal, untuk mendapatkan informasi
tersebut, bank harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar vendor yang
mengelola informasi. Selain itu, terlalu banyak informasi juga dapat
menyebabkan kebingungan. Harusnya,
manajer hanya diberikan informasi-informasi yang berhubungan dengan tugas dan
tanggungjawabnya.
Proposal 2
Pada pilihan ini, manajer hanya akan bertanggungjawab
terhadap biaya langsung saja, sedangkan biaya tidak langsung dibebankan ke
tingkatan yang lain. Pilihan ini juga sepertinya tidak tepat, karena biaya
produk yang dihitung hanya biaya langsung, padahal kedua biaya harusnya
diperhitungkan sebagai harga produk, untuk memperhitungkan laba.
Proposal 3
Pada pilihan ini, produk ditetapkan sebagai pusat
laba, sehingga manajemen memiliki tanggungjawab terhadap biaya maupun
pendapatan. Manajer akan membutuhkan informasi-informasi yang relevan untuk
dapat mengelola pusat laba ini dengan baik, sehingga informasi-informasi yang
diberikan oleh vendor akan sangat berguna. Selain itu, kewenangan dan tanggung
jawab manajer pada pusat laba lebih luas daripada pada pusat biaya/pusat
pendapatan, sehingga posisi ini dapat meningkatkan harga diri dan memotivasi
manajer untuk bekerja dengan lebih baik.
Langganan:
Komentar (Atom)










