Jumat, 09 November 2012

KASUS 7-1 Tugas Akuntansi Keperilakuan


KASUS 7-1
Tugas Akuntansi Keperilakuan

 Kelompok 2
Muhajirin
Nanda Setiawan    
M. Aliev Isnanda    
Tiffany Andari           
Dessy Mauliza         

The Company

Main  Bank adalah sebuah bank berukuran sedang di Chicago.  Bank tersebut adalah bagian dari sebuah perusahaan perbankan dengan lima bank dalam kelompoknya. Setiap bank dalam kelompok tersebut memberikan layanan penuh, dengan beberapa fungsi yang dikendalikan oleh induk perusahaan. Salah satu jenis fungsi(layanan)nya adalah operasi pinjaman (loan operation). Operasi pinjaman adalah area yang menangani “pemesanan” dan mengawasi pinjaman.
Selama setahun terakhir, induk perusahaan memutuskan bahwa semua bank akan berhenti melakukan pemrosesan data internal, dan  sebaliknya akan mengirimnya ke sebuah vendor diluar perusahaan, vendor tersebut akan bertanggungjawab terhadap entri data, penyimpanan, dan output informasi. Anggaran setiap bank dibuat berdasarkan perkiraan penggunaan sistem yang baru. Setiap layanan yang sebelumnya telah disediakan/diberikan oleh personil data internal akan diasumsikan oleh vendor eksternal. Perusahaan induk merasa bahwa tingkat pelayanan akan meningkat.

The Dilemma
Area kredit komersial menghasilkan mayoritas input ke sistem. Sebuah laporan manajemen yang telah di hasilkan sebelumnya oleh kelompok data internal tidak tersedia secara langsung pada sistem yang baru. Laporan ini telah didistribusikan ke pelanggan sebagai sebagai tanda terimakasih. Vendor luar telah sepakat untuk mengembangkan laporan pada harga $10.000 dan akan menagih biaya layanan setiap kali program dijalankan. Perusahaan induk memiliki kuantitas yang akan dihasilkan. Mereka juga bertanggungjawab terhadap beragam akitivitas penjualan dan modifikasi produk jika perlu diganti sesuai kebutuhan pelanggan.
Manajemen harus memilih dari pilihan berikut ini untuk tipe data akuntansi yang akan diberikan kepada manajer produk dan sejauh mana tanggungjawab mereka.
Proposal 1
Menyediakan data akuntansi kepada manajer produk terkait karyawan, beban, penjualan, bauran produk, harga pokok, level produk, dan seterusnya. Walaupun manajer produk hanya akan memiliki pengendalian langsung terhadap sebagian biaya, mereka akan diberikan data-data lain untuk keperluan informasi.

Proposal 2
Menyediakan data akuntansi untuk manajer produk mengenai karyawan, beban, penjualan, bauran produk, biaya penjualan, level produk, dan seterusnya. Menetapkan semua biaya langsung terkait suatu produk spesifik kepada manajer produk, tetapi membebankan biaya tidak langsung kepada tingkat yang melaksanakan pengendalian.

Proposal 3
Menetapkan semua produk atau kelompok produk sebagai pusat laba, dan karena itu setiap manajer produk bertanggungjawab terhadap kendala pada pengembalian atas investasi (return on investment) dan minimum pendapatan sisa.


Usulan mana yang harus dipilih?

Menurut kami, usulan yang harus dipilih adalah Proposal 3, berikut pembahasan terhadap masing-masing proposal.

Proposal 1
Pada pilihan ini, manajer hanya memiliki tanggungjawab dan kewenangan terhadap beberapa biaya, tetapi manajer memiliki banyak informasi yang diberikan oleh pengelola informasi dari pihak luar. Hal ini sepertinya kurang efektif, karena manajer akan mendapat informasi-informasi yang tidak berguna/tidak relevan. Padahal, untuk mendapatkan informasi tersebut, bank harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar vendor yang mengelola informasi. Selain itu, terlalu banyak informasi juga dapat menyebabkan kebingungan.  Harusnya, manajer hanya diberikan informasi-informasi yang berhubungan dengan tugas dan tanggungjawabnya.


Proposal 2
Pada pilihan ini, manajer hanya akan bertanggungjawab terhadap biaya langsung saja, sedangkan biaya tidak langsung dibebankan ke tingkatan yang lain. Pilihan ini juga sepertinya tidak tepat, karena biaya produk yang dihitung hanya biaya langsung, padahal kedua biaya harusnya diperhitungkan sebagai harga produk, untuk memperhitungkan laba.

Proposal 3
Pada pilihan ini, produk ditetapkan sebagai pusat laba, sehingga manajemen memiliki tanggungjawab terhadap biaya maupun pendapatan. Manajer akan membutuhkan informasi-informasi yang relevan untuk dapat mengelola pusat laba ini dengan baik, sehingga informasi-informasi yang diberikan oleh vendor akan sangat berguna. Selain itu, kewenangan dan tanggung jawab manajer pada pusat laba lebih luas daripada pada pusat biaya/pusat pendapatan, sehingga posisi ini dapat meningkatkan harga diri dan memotivasi manajer untuk bekerja dengan lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar